Jamie Lee Curtis jadi primadona para produser ketika boom film slasher atau jagal terjadi di Amerika Serikat jelang tahun 1980. Salah satu film yang berhasil menggaetnya adalah Terror Train dari studio 20th Century Fox. Sebenarnya, saat tahu kalau konsep awal sang produser tentang film ini adalah "Film Halloween di atas kereta", ia sudah menegaskan bahwa film ini tidak akan menawarkan sesuatu yang baru. Lagipula, ini slasher lho, mau dikemas dengan cara apapun, pokok ceritanya ya bunuh-bunuhan. Dengan pemikiran tersebut, saya menyaksikan film ini tanpa ekspetasi apapun. Sayang, selepas menonton, kesan yang saya dapatkan hanya film ini terlalu gelap, literally.
Terror Train dimulai dengan Jamie Lee Curtis yang dilibatkan bersama teman-teman mahasiswanya untuk nge-prank mahasiswa pemalu yang membuat si korban syok dan masuk ke Rumah Sakit Jiwa. Tiga tahun kemudian, Jamie Lee yang sudah lulus bersama teman-temannya, mengikuti pesta kostum yang diadakan di sebuah kereta. Seorang pembunuh misterius pun datang dan mengincar mereka satu-persatu.
