Tampilkan postingan dengan label John Carpenter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label John Carpenter. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 November 2021

[REVIEW] Halloween II (1981): Saat Dunia Berjalan dengan Kecepatan 0.75

Halloween II adalah awal dari representasi sekuel film bagus yang terdistorsi keinginan produser untuk mencari untung. Pasalnya, John Carpenter berpikir untuk menjadikan film Halloween ini jadi serial antologi, atau kisahnya nggak nyambung. Jadi ya, misal film pertama tentang Michael Myers, mungkin film kedua bisa jadi tentang pesta dansa Halloween yang kedatangan alien. Tapi, aksi Michael Myers begitu disukai, hingga akhirnya John Carpenter dan Debra Hill (rekan kerja Carpenter/kekasih pada waktu itu) akhirnya mau menulis dan memproduseri film ini, meski membuatnya ogah-ogahan. Bahkan ia bilang bahwa untuk tetap bisa menulis naskah film ini, ia perlu minum beberapa kaleng bir.

Akhirnya ya filmnya jadi begini.

Mengambil latar tepat saat film pertama usai, Michael Myers kabur setelah ditembak dokternya sendiri dr. Sam Loomis, sementara Laurie yang terluka, di bawa ke rumah sakit (yang kadang-kadang disebut klinik) untuk mendapatkan perawatan. Michael kembali berjalan menumpahkan darah, sementara dr. Loomis berusaha mengejarnya.

[REVIEW] Halloween (1978): Bujet minimal, kengerian maksimal

Meresensi film klasik itu cukup sulit. Selain aksesnya yang tidak mudah untuk menyaksikannya, film klasik biasanya sudah begitu sering dijelaskan, dipaparkan, dan dibedah habis-habisan di internet. Hal tersebut membuat kejutan-kejutan yang ditawarkan film tersebut nyaris hilang. Termasuk film Halloween (1978) ini. Ia selalu disebut-sebut sebagai salah satu pionir formula film jagal di Hollywood. Bujet rendah, pembunuh ikonik, adegan remaja yang binal, menjadi pakem standar bagi film-film jagal selanjutnya.

Penyebutan jargon itulah yang membuat saya akhirnya jadi penasaran untuk menontonnya. Kalau tidak salah, sekitar beberapa tahun yang lalu saya pernah menontonnya lewat Torrent, tapi sudah keburu lupa dan tidak banyak kesan yang saya ingat. Oleh karena itu, saya mencoba menonton kembali filmnya dan mengulasnya di sini.

Premis Halloween (1978) sudah sangat akrab buat yang sudah sering menonton film-film begini. Seorang pria bernama Michael Myers dulu membunuh kakaknya sendiri saat umurnya masih 6 tahun di malam Halloween. Di malam Halloween 16 tahun kemudian, ia kabur dari rumah sakit jiwa tempatnya dirawat/ditahan dan menguntit seorang gadis bernama Laurie Strode (Jamie Lee Curtis). Penguntitan tersebut segera jadi mengerikan saat Mihael mulai membunuh lagi.

Sabtu, 23 Oktober 2021

[REVIEW] Jangan minta lebih! Halloween Kills (2021) itu memang isinya hanya bunuh-bunuhan saja

Halloween sebenarnya salah satu serial film slasher atau jagal yang paling saya hindari. Tidak seperti A Nightmare on Elm Street, Friday the13th, atau bahkan Chucky, Halloween ini hampir di setiap serialnya selalu punya narasi sendiri yang berbelok arah dari film sebelumnya. Hal ini mungkin karena, berbeda dengan serial film jagal lain, film Halloween agak personal karena karakter Michael Myers yang penuh misteri dan bahkan agak supernatural. Akibatnya, menjelaskan Michael dan kengeriannya akan selalu memiliki interpretasi yang berbeda tergantung siapa yang menggawangi. Keterkaitan penjagal tersebut dengan Laurie Strode juga merupakan interaksi terlama antar penjahat dan final girl-nya yang tak pernah ditemui di serial film jagal lain. Oleh karena itu, saat film Halloween dibuat sekuel berjudul sama di tahun 2018 yang menganulir semua film sekuel yang sudah dibuat sebelumnya, saya pikir Hollywood sudah menggebuk kuda mati sampai dagingnya jadi dendeng. Tetapi, film tersebut cukup bisa menghibur dengan memberikan insight yang lebih baik tentang perkembangan karakter Laurie dan keluarganya. Film Halloween Kills merupakan sekuel langsung dari film tersebut.

Halloween Kills membawa kita langsung kepada apa yang terjadi setelah Laurie, Karen (anak Laurie), dan Allyson (anak Karen) berhasil menjebak Michael di rubanah dan membakarnya. Laurie harus diopname di rumah sakit, sementara Michael berhasil lolos dari kebakaran tersebut dan menuju Haddonfield. Namun, kali ini warga Haddonfield juga bersatu dan sepakat untuk memburu Michael di malam itu juga.