Don't Breathe 2 adalah sekuel film tahun 2016 besutan sutradara asal Fede Álvarez, sutradara asal Uruguay yang juga pernah menggawangi reka ulang film Evil Dead-nya Sam Raimi di tahun 2013. Film Don't Breathe seingat saya sangat sukses saat dirilis karena ceritanya terbilang simpel, tapi eksekusi dan ketegangan yang diciptakan sangat bikin nagih. Film Don't Breathe juga waktu itu keluar saat film-film yang menggunakan konsep deprivasi indera tubuh dirilis (A Quiet Place, It Follows(?), Lights Out). Namun, mistisisme kakek tuna netra yang menjadi antagonis di film tersebutlah yang menjadi juara, karena mampu membuat suasana "terjebak di rumah hantu" yang sangat efektif.
Di film keduanya, kakek tuna netra bernama Nordstrom (yang mengingatkan saya pada nama penyedia jasa VPN) menjadi protagonis. Delapan tahun setelah film pertama, ia hidup di kota kecil bersama Phoenix, gadis kecil yang dulu dipungutnya dari kejadian kebakaran yang menewaskan orangtuanya. Namun, suatu malam ayah Phoenix datang bersama komplotannya untuk mengambil Phoenix kembali.



















.jpg)